06
Februari 2012r
Purwodadi-Semarang Lumpuh
Sembilan Desa di Sayung Kebanjiran
DEMAK-
Sembilan desa di Kecamatan Sayung kebanjiran akibat meluapnya
sungai-sungai besar yang bermuara di Laut Jawa.
Pantauan
hingga Minggu (5/2) sore, di sejumlah wilayah air belum surut
dan menggenangi rumah, jalan desa, dan persawahan.
Warga
Desa Prampelan yang rumahnya kebanjiran mengeluh air yang tak
kunjung surut.
’’Air lama surut. Kami kebanjiran sudah sejak Jumat
malam lalu. Tidak tahu sampai kapan air akan merendam pemukiman
kami,’’ kata Saroni (32).
Dia
menyebutkan banjir diakibatkan meluapnya Sungai Dolok. Ketinggian
air rata-rata mencapai 30 sentimeter. Kemarin, mereka juga masih
kebingungan menyelamatkan harta benda setelah tiga hari terendam
air.
Ketua RT 01 RW 05 Abdul Syukur menjelaskan, ketinggian air sebenarnya
sudah mulai berkurang.
Hanya
saja banjir belum hilang seluruhnya karena Sungai Dolok masih
meluap. Puncak banjir terjadi Sabtu dini hari. Air mencapai 60
sentimeter hingga 80 sentimeter di lokasi yang berdekatan sungai.
Kades Prampelan Akhmad Muklis mengakui warganya menderita akibat
tergenang banjir berhari-hari. Lebih dari 1.000 orang terkena
dampak kiriman air dari hulu. Warga juga sempat pontang-panting
tak siap menerima kiriman air pada Jumat malam dan Sabtu dini
hari lalu.
Pihaknya
akan mengerahkan warga memasang ratusan karung berisikan pasir
di sisi kanan dan kiri sungai. Camat Sayung H Arif Sudaryanto
mengatakan, selain Prampelan, desa lain yang tergenang air adalah
Dombo, Sayung, Gemulak, Sidorejo, Karangasem, Kalisari, Tambakroto
dan Banjarsari.
Air
merendam 1.764 keluarga, 161 hektare tegalan dan 738 hektare sawah.
Banjir berasal dari meluapnya sejumlah sungai yakni Dolok, Waru
serta alur Sungai Dombo Sayung.
Pihak kecamatan sudah menyalurkan lebih dari 2.000 karung plastik
ke desa-desa untuk membantu pembuatan penahan banjir. Kerugian
mencapai ratusan juta rupiah.
Karung
biasanya diisi pasir dan selanjutnya diletakkan di tanggul atau
lokasi pinggiran sungai agar air tak meluap ke perkampungan. Kades
Pilangsari , Kecamatan Sayung Suwasito menambahkan, meski desanya
aman dari banjir namun akibat volume air Sungai Dolok tinggi,
sejumlah tanggul kritis semakin tergerus air. Arus air juga menggerus
tanggul penahan jalan di depan balai desa. Akibatnya, jalan desa
sepanjang 25 meter dengan tinggi dua meter itu terancam longsor.
Pihak desa berupaya menambal lokasi yang tergerus dengan memakai
trucuk bambu.
’’Kami
akan mengupayakan perbaikan sementara di tempat itu agar kondisinya
tak semakin parah. Pilihannya adalah menggunakan trucuk bambu,’’
kata dia. Anggota DPRD Demak H Maskuri SAg meminta Pemkab Demak
tanggap terhadap kondisi kebencanaan yang terjadi beberapa saat
ini. Juga musibah cuaca buruk yang menyebabkan rob di sejumlah
kecamatan.
Pemkab
perlu berkoordinasi dengan Pemprov Jateng terutama berkaitan penanganan
tanggul kritis dan normalisasi sungai. Selain itu menyiapkan saving
anggaran kedaruratan untuk membantu meringankan warga yang terkena
bencana.
Menurut
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Demak Ir Budi Haryanto, pihaknya
siap menerjunkan petugas untuk memantau wilayah yang kondisi tanggulnya
kritis dan alur sungainya mengalami pendangkalan. Namun diakui
untuk penanganannya, butuh koordinasi dengan Balai Besar Pemali
Juwana dan Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Pemprov Jateng.
(H41-39)